Menampung Aspirasi, Menyampaikan Informasi, Menjalin Komunikasi, Mendekatkan Instituisi

TRANSLATION / TERJEMAHAN

SEPUTAR AHMADIYAH

SEBENARNYA, kita tidak punya urusan dengan masalah ini, karena merupakan urusan rumah tangga seseorang. Banyak orang yang melamar para gadis dan ingin menikah dengan mereka, kadang berhasil dan kadang juga gagal, merupakan hal yang biasa. Demikian ungkapan Syeikh Abu Hasan Ali An Nadawi, dalam buku beliau, Al Qadiani wa Al Qadianiah (Cet. Jeddah, th. 1967, hal. 112), saat akan membahas mengani kegagalan Mirza menikahi gadis belia yang bernama Muhammadi Begum.

KASUS HUKUM

Semua Akan Berkata "Demi Hukum", Atau Akan Membela "Atas Nama Hukum". hakkk.. hakkk...
Yang Pastinya Sih,.... Manfaat Dengan Hukum....

KASUS PENDIDIKAN

Dunia Pendidikan Adalah Sarana Yang Sangat Vital Bagi Pembangunan Generasi Bangsa, Termasuk Bagaimana Mendidik Anak Bangsa Untuk Bisa mengerti/Paham/Berani Tampil Untuk : Belajar Tentang ilmu, Belajar Bagaimana Mengamalkan Ilmu, Belajar Bagaimana Menjadi Berguna Bagi Bangsa dan Negara, Juga Bagaimana Sih.. Guru Bisa Ber-kaya... hakkk.. hakkkk!

KASUS RUMAH TANGGA

Ketika Memasuki Kehidupan Rumah Tangga, Maka Adalah Resiko Baru Yang Harus Dihadapi Oleh Setiap Insan, Kendati Demikian Banyak Orang Yang Salah Menyimpulkan, Seolah-olah Bahwa Berumah Tangga Adalah Sebuah Pengorbanan Hidup!
Berumah Tangga Tentunya Lebih Kepada Peningkatan Konsentrasi dan Kemandirian Yang Lebih Dewasa.
Keretakan dalam kehidupan Rumah Tangga, lebih banyak kepada masalah Ekonomi, Lalu masalah yang prinsipil yaitu Poligami, namun ironisnya perceraian sudah mulai terbangun ketika mereka mulai menikah, karena sebelum menikah mereka sudah dibekali dengan metode penyesatan seperti "Persamaan Hak".

Seorang istri yang hampir tiap malam diajak “joget” oleh sang suaminya (anaknyapun banyak, maklum joget terusss), pada sautu malam mengeluh pada suaminya :
Istri : Mas.. sekali-kali pre gitu,.. aku lelah mas..
Suami : gak bisa!, dari pada aku ke perempuan jalanan…, lebih baik sama istri sendiri…
Istri : tapi aku lelah mas… lagian anak kita sudah banyak..
Suami : kalo aku kepingin gimana?.. apa kamu tega?!

***Akhirnya sang istri pun pasrah malam itu digoyang sampe lepes kayak sele pisang diatas tampah”,he..he... Singkat cerita, ternyata dikeluarga itu si suami punya musuh dan saling iri dgn tetangga sebelahnya, Mas Deni. Setelah merenung, si Istri pun akhirnya punya ide cemerlang. Pada suatu malam si istri pun mengeluh untuk yang kedua kali kepada suaminya :

Istri : Mas.. terus terang aku ini lelah mas…
Suami : sudah aku bilang gak bisa!,.. gimana kalo aku gk tahan?!
Istri : itu tetangga sebelah, mas Deni yang kecanduan rokok aja bisa berhenti, masa kamu semalam saja gak kuat!
Suami : Masa.. Oooh.. kamu mau biang dia ngalahin aku gitu?!,.. OK,.. mulai malam ini kita pisah kamar!
Istri : (dalam hatinya senang berenang penuh damai..he..he..)

***AKhirnya merekapun pisah kamar. Sehari-dua hari… memang si suami gelisah,.. maklum biasa joget sampe merah he..he.., namun setelah sekian lama, akhirnya terbiasa juga. Hingga pada suatu malam kamar si suami di ketuk oleh istrinya :

Istri : (mengetuk pintu)
Suami : KB…KB… (ha..ha..ha..)
Istri : nggak kok Mas,…bukan itu, aku cuma mau ngasih kabar,..
Suami : (buka pintu kamar)
Istri : ini mas,.. aku cuma mau bilang,..nnng…
Suami : mau bilang apa,.. cepet aku ngantuk nih…
Istri : (sambil malu-malu kucing),
nnnng.. anu mas.., mas Deni sekarang sudah mulai merokok lagi…

*** Hakkk… hakkk… Gak tahaaaaannnn ni yeee…

KASUS AGAMA

Berbeda Antara Penodaan Agama Dengan Penistaan Agama!, Semua Agama Didunia Memiliki Kerangka Yang Baku.
Kasus Ahmadiyah Adalah Murni Penistaan/Penodaan Agama!

KASUS SOSIAL DAN MASYARAKAT

Ketika Ingin Menjadi Pejabat, Mereka Butuh Rakyat. Ketika Menjabat Mereka Lupa Dengan Rakyat, Ketika Sudah Tidak Menjabat, Mereka Menjadi Pembela Rakyat, Ketika Tidak Lagi Dibutuhkan, Maka Mereka Mengaku RAKYAT...Hakkkk.. Hakkkkk

Banyak Para Aktifis Kemanusiaan dan Moral yang menganggap remeh persoalan PSK. pola pikir yg dituangkan dalam gerakan hingga aturan yg harus diterapkan melalui ketetapan/keputusan pemerintah adalah bohong belaka. mereka melaksanakan pembinaan/pelatihan hingga pemberdayaan melalui keterampilan dan peningkatan soisal yg berupa materi., padahal... mereka lupa bahwa semua berpulang kepada "NALURI" pria dan wanita!

Sesungguhnya mayoritas rakyat Indonesia itu didalam hatinya adalah api kemarahan. jika dipandang secara kasat mata, memang mereka itu seperti damai, padahal tersulut oleh persoalan sedikit saja bisa langsung anarkis. hal ini terjadi karena kesenjangan ekonomi dan sosial.
Loading...
Loading...
Loading...